Investigasi Kriminal.Id| BANDA ACEH
Keselamatan berlalu lintas harus dimulai dari kesadaran dan kedisiplinan sejak dini. Pesan tegas itu disampaikan Subdit Kamsel Ditlantas Polda Aceh saat memberikan edukasi Safety Riding kepada mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh, Kamis (24/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Fakultas Teknik USK tersebut menghadirkan Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Aceh Kompol Indra Lukman Prabowo, S.H., S.I.K., M.Si. sebagai pemateri. Seminar diikuti mahasiswa Fakultas Teknik USK dan turut melibatkan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, instansi perhubungan Provinsi Aceh serta Tim Honda.
Di hadapan para mahasiswa, Kompol Indra mengingatkan bahwa keselamatan di jalan bukan sekadar persoalan mematuhi aturan, tetapi menyangkut bagaimana setiap pengguna jalan menjaga keselamatan dirinya dan orang lain.
«“Jangan tunggu kecelakaan baru sadar pentingnya keselamatan. Keselamatan berlalu lintas harus dimulai dari diri sendiri, dari sekarang dan setiap kali kita berada di jalan,” tegas Kompol Indra.»
Dalam seminar tersebut, mahasiswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya mematuhi rambu-rambu lalu lintas, memiliki dan membawa SIM sesuai ketentuan, serta memahami berbagai risiko dari perilaku berkendara yang tidak aman.
Khusus pengendara sepeda motor, mahasiswa diingatkan untuk selalu menggunakan helm SNI bagi pengemudi dan penumpang, tidak memacu kendaraan secara berlebihan, serta tidak menggunakan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis.
Sementara pengendara kendaraan roda empat diwajibkan mengutamakan keselamatan dengan menggunakan sabuk pengaman serta memastikan kelengkapan identitas diri dan kendaraan.
“Disiplin berlalu lintas bukan karena takut ditilang. Disiplin adalah bentuk tanggung jawab kita untuk menjaga nyawa sendiri dan keselamatan pengguna jalan lainnya,” ujar Kompol Indra.
Menurutnya, mahasiswa memiliki peran penting dalam menciptakan perubahan perilaku berlalu lintas di tengah masyarakat. Kampus tidak hanya menjadi tempat menuntut ilmu, tetapi juga dapat menjadi pusat lahirnya generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap keselamatan di jalan.
Melalui kegiatan tersebut, Subdit Kamsel Ditlantas Polda Aceh mendorong mahasiswa untuk menjadi pelopor keselamatan lalu lintas sekaligus agen perubahan yang mampu mengajak lingkungan kampus, keluarga dan masyarakat untuk semakin tertib berlalu lintas.
Upaya edukasi ini juga diarahkan untuk menekan risiko kecelakaan lalu lintas, khususnya pada kelompok usia muda 17–25 tahun di wilayah Banda Aceh dan sekitarnya.
“Kami ingin mahasiswa bukan hanya menjadi pengguna jalan yang tertib, tetapi menjadi pelopor yang berani mengingatkan dan mengajak orang lain untuk mengutamakan keselamatan,” pungkasnya.
Kegiatan Seminar Safety Riding berlangsung tertib dan lancar. Sinergi antara kepolisian, perguruan tinggi, instansi perhubungan dan pihak terkait diharapkan semakin memperkuat gerakan bersama dalam membangun budaya keselamatan berlalu lintas di kalangan generasi muda Aceh.














Komentar